Rabu, 26 November 2014

Rapat Persiapan Pekerjaan (Pre Construction Meeting – PCM)


DAFTAR SIMAK
Rapat Persiapan Pekerjaan (Pre Construction Meeting – PCM)
Paket : ................................................................
Satuan Kerja .......................................................................

NO
JENIS PEMERIKSAAN
URAIAN
1
Surat Undangan dibuat

 Ya

 Tdk

2
Agenda Rapat ditetapkan

 Ya

 Tdk

3
Dihadiri minimal oleh :



○ PPK, Kontraktor, Konsultan

 Ya

 Tdk

4
Pembahasan tugas, tanggung jawab Direksi Pekerjaan, Wakil Direksi Pekerjaan dan Kontraktor

 Ya

 Tdk

5
Pembahasan item-item kontrak yang perlu diklarifikasi

 Ya

 Tdk

6
Penjelasan mengenai administrasi pekerjaan



○ Tata cara permintaan pekerjaan

 Ya

 Tdk

○ Tata cara permintaan pembayaran

 Ya

 Tdk

○ Permintaan perubahan pekerjaan

 Ya

 Tdk

○ Disb (penjelasan lainnya dituangkan dalam kolom
    catatan di bawah)

 Ya

 Tdk

7
○ Ada presentasi Kontraktor mengenai Rencana Mutu
    Kontrak

 Ya

 Tdk

○ Penjelasan Rencana Kegiatan (Curva S)

 Ya

 Tdk

○ Penjelasan mengenai Rencana Mobilisasi, Peralatan
    dan Laboratorium

 Ya

 Tdk

○ Rencana Mobilisasi Tenaga Kerja

 Ya

 Tdk

○ Prosedur dan Instruksi Kerja/Metode Pelaksanaan

 Ya

 Tdk

○ Usulan dan keberatan kontraktor tentang butir-butir
    pada kontrak

 Ya

 Tdk

8
○ Ada penjelasan Rencana Kegiatan Konsultan

 Ya

 Tdk

○ Ada penjelasan, metoda kerja pengawasan

 Ya

 Tdk

○ Memuat sistem pelaporan kegiatan

 Ya

 Tdk

○ Konsultan menyertakan format-format bukti kerja
Pengawasan

 Ya

 Tdk

○ Ada penjelasan tentang struktur organisasi

 Ya

 Tdk

9
Ada penyampaian resume rapat dan disepakati

 Ya

 Tdk

10
Berita Acara Rapat dibuat dan disahkan

 Ya

 Tdk

TANDA TANGAN
CATATAN







Minggu, 09 Juni 2013

Civil_Tutorial: TUTORIAL CIVIL 3D 2012

Civil_Tutorial: TUTORIAL CIVIL 3D 2012: Cover Tutorial ("From Newbie, Tutorial Civil 3d Road Development") Menjelaskan tentang perencanaan jalan sederhana menggu...

Sabtu, 08 Juni 2013

Hak dan Kewajiban Konsultan Pengawas



Hak konsultan pengawas :
  • Mengambil keputusan dalam memecahkan masalah yang timbul dalam proyek.
  • Menghentikan pekerjaan dan pengadaan klien terhadap hal yang tidak sesuai dengan rencana.
  • Melakukan penundaan dan pengadaan klien terhadap hal yang tidak memenuhi ketentuan dalam kontrak.
  • Memperbaiki kesalahan rencana pekerjaan maupun gambar.
Kewajiban dan tugas konsultan pengawas :
1. Pengolahan dan pengawasan mencakup :
  • Pengesahan sub kontraktor dan sub pemborong meliputi kemampuan teknis, keuangan, dan administrasi yang bersangkutan.
  • Menetapkan, menyediakan, dan mengkoordinir tenaga ahli yang khusus.
  • Meminta keputusan arsitek perencana yang menyangkut perubahan arsitektural yang perlu dilakukan.
  • Meminta penjelasan mengenai hal-hal yang kurang jelas dalam rancangan dan perencanaan.
2. Pengawasan administrasi :
  • Menyelenggarakan surat-menyurat yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek.
  • Membuat laporan berkala mengenai kegiatan pembangunan kepada pemberi tugas.
  • Mencatat dan menghitung pekerjaan ataupun pengurangan pekerjaan.
3. Pengawasan teknik
Menjalankan pelaksanaan kualitas, bahan, peralatan, tenaga, hasil pekerjaan, waktu, serta cara-cara pelaksanaan sesuai dengan perjanjian pemborong.
Wewenang konsultan pengawas :
  • Meminta kontraktor untuk mengadakan pengetesan terhadap bahan dan peralatan.
  • Melakukan penilaian prestasi kerja kontraktor.
  • Membatalkan pembelian dan mencabut pekerjaan dari tangan pemborong, menyerahkan persetujuan pekerjaannya pada pemborong lain tanpa pemberitahuan kepada pemilik proyek.
  • Memberitahukan persetujuan, menolak atau mengadakan perubahan terhadap rencana kerja yang telah dibuat kontraktor.
  • Membatalkan contoh bahan apabila tidak sesuai dengan apa yang diminta.
Lingkup Tugas Konsultan Pengawas Bangunan
Secara umum tugas dan fungsi pengawas design contractor dari pihak penyedia jasa interior design maupun pengguna jasa interior contractor adalah sama. Hanya saja, waktu kebutuhannyalah yang berbeda tergantung kesepakatan bersama antara pihak penyedia dan pengguna jasa interior design contractor. Apakah pengguna jasa design services akan menggunakan pengawas contractor services dari pihak nya atau menggunakan pengawas dari pihak penyedia jasa design interior pula. Dan bisa saja di gunakan 2 (dua) pengawas contractor sekaligus, dari pihak penyedia dan pengguna jasa design contractor.
Pengawas konstruksi adalah penyedia jasa interior design orang perseorangan atau badan usaha yang dinyatakan ahli yang profesional di bidang pengawasan jasa design interior contractor yang mampu melaksanakan pekerjaan pengawasan design services sejak awal pelaksanaan pekerjaan contractor services sampai selesai dan diserah terimakan.
Pekerjaan Pengawasan Konstruksi
  1. Konsep Pengawasan
    Pekerjaan Pengawasan contractor biasa disebut “Pengawasan Preventive” yaitu meminimalkan kesalahan yang mengakibatkan pembongkaran dan pengulangan pekerjaan yang tidak perlu karena kesalahan gambar ataupun mutu pekerjaan yang tidak memenuhi ketentuan.
  2. Lingkup Tugas Pengawasan
    Lingkup tugas Konsultan Pengawas adalah memberikan layanan keahlian kepada Owner (Pemberi Tugas) dan Tim Pengelola Teknis dalam melaksanakan tugas-tugas koordinasi dan pengendalian seluruh kegiatan teknis pembangunan.

Cara Menjadi Kontraktor Yang Baik



Bagaimana bisa menjadi kontraktor yang baik? Pertanyaan ini sering sekali muncul di benak kita. Lalu apa saja hal yang harus kita siapkan untuk bisa menjadi kontraktor yang baik? Kita asumsikan bahwa gambar, spec (bahan), RAB sudah ada. Selanjutnya hal yang harus dilakukan adalah membuat RAP atau rencana anggaran pelaksanaan. Namun fakta yang terjadi jarang sekali kontraktor membuat RAP.
RAP dapat dibedakan menjadi :
1. Jadwal Pelaksanaan
2. Jadwal Pengadaan Barang (Termasuk jadwal Pendanaan)
3. Jadwal Pengadaan Tenaga
RAP sendiri mencakup segala macam keperluan pelaksanaan, termasuk gaji karyawan, gaji penjaga gudang, dll. RAP merupakan kata kunci, apakah proyek tersebut untung atau buntung.
Jadwal Pelaksanaan
Jadwal Pelaksanaan
Jadwal Pengadaan Bahan
Jadwal Pengadaan Bahan
Jadwal Pengadaan Tenaga
Jadwal Pengadaan Tenaga
Ada beberapa pertanyaan penting yang harus dijawab agar menjadi kontraktor yang baik,
1. Kenapa bahan / material tidak didatangkan sekaligus seluruhnya?
2. Bagaimana dengan tukang gali jika pekerjaan galian sudah selesai?
3. Berapa jumlah tenaga kerja yang efisien?
4. Berapa jumlah tukang, tukang ahli, tenaga (ladèn), maupun mandor?
Semua hal di atas harus bisa dihitung rupiahnya.
Rumus sederhana adalah RAB – RAP = Sisa atau keuntungan
Jika RAP detil sudah diketahui, maka :
  • Kita tahu pekerjaan akan selesai kapan,
  • Kita tahu volume kebutuhan bahan berapa,
  • Kita tahu kebutuhan tenaga berapa,
  • Kita tahu akan dapat untung atau rugi.
Strategi pembelian bahan dapat dilihat pada gambar berikut :
Strategi Pembelian Bahan
Strategi Pembelian Bahan
Strategi Pembelian Bahan
Strategi Pembelian Bahan
Strategi Pembelian Bahan
Strategi Pembelian Bahan
Strategi Pembelian Bahan
Strategi Pembelian Bahan
Secara umum :
Bangunan = 80% Bahan + 20% Upah
Lalu selanjutnya hal yang harus dilakukan untuk menjadi kontraktor yang baik adalah memastikan bahwa teknis pelaksanaan harus benar.
Semua pekerjaan harus dimulai dengan pengukuran, baik vertikal maupun horisontal. Hal ini untuk menghindari kesalahan, yang bisa berakibat keterlambatan dan bahkan kerugian. Upayakan setiap pasangan batu (bata) harus ada titik sebagai patokan yang siku. Anggap seolah-olah seperti siap pasang keramik.
Lalu bagaimana agar seorang pemborong atau kontraktor bisa untung?
  • Kerja secara borongan, bukan harian.
  • Perhitungkan secara matang, sampai diketahui di awal berapa untungnya.
  • Pekerjaan sesuai dan memenuhi teknis yang benar, jangan sampai keliru apalagi membongkar.
  • Bukan zamannya mencari untung dengan mencuri.

Data GTC